BERBAGI

statusharian.com – Krita Foundation merupakan organisasi nirlalaba dibalik aplikasi painting, di jelaskan sedang menghadapi krisis gara-gara pajak.

Berdiri tahun 2013, Krita sudah mematuhi peraturan negara Jerman, terutama masalah perpajakan yang sudah didaftarkan di VAT. Dalam peraturan itu, yang wajib membayar pajak adalah perusahaan, sedangkan organisasi nirlalaba tidak wajib untuk membayar pajak.

Namun, setelah pemeriksa oleh otoritas Jerman, dilaporkan bahwa Krita Foundation termasuk yang wajib membayar pajak, karena menjual video dan buku. Jadi pendeknya, Krita foundation separuh Organisasi nirlalaba dan separuh perusahaan.

Padahal kalau di teliti lebih cermat, karya-karya yang dijual merupakan hasil kerja keras Dmitry Kazakov yang digarap di Rusia, dan sistem VAT tak ada di negara Rusia. Hak cipta masih di pegang oleh Dmitry Kazakov, dan sementara Krita Foundation hanya memegang hak cipta merek Krita saja.

Bagaimana masa depan Krita?

Supaya tidak terjadi kasus serupa, Krita akan membuat perusahaan terpisah yang mengatur penjualan video, buku, aplikasi via windows store dan Steam. Nantinya, Krita Foundation masih 100 % organisasi nirlalaba.

Nanti juga, Krita Foundation akan membuka donasi yang akan dibuka bulan September di tahun 2018.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here